Ketika setiap jiwa akan ditanyakan apa-apa yang telah dikerjakannya...
b i s m i l l a h i r r a h m a n i r r a h i m
Assalamualaikum.... 
|| Logchalk: Airin. 30 juni 1984. komunikasi usu. 
bandaaceh-medan. indonesia.
islam. lyfenote diary. memoarea
status: semi-hiatus
mood: netral
reading: new ESQ way 165
listening: so simple
watching: curious george
 
 
.::taggie::.
 
nama
web url
message
:) :( :D :p :(( :)) :x
 
  .::HitCoHit Counter
 

.::clickie::.

Rewind


...::::||::::...

Simple is nice.
So keep everything simple.


WEB MEMOAREA

Bismillahirramanirrahim

Sore yang temaram. Sedikit mendung dan cucian belum pada kering. Saya lagi menikmati segelas kopyorshake dengan mood yang sederhana, tanpa musik latar.

Saat itu televisi sedang menayangkan acara liputan berita sore dan saya melihat seseorang yang di layar sekian inchi itu, sang anchor (pembawa berita). Saya pandangi lekat-lekat. Dan terus melihatnya berceloteh hingga selesai. Tiba-tiba saya ingin menulis tentang ini...

Allah lebih menyukai orang yang giat beribadah selagi usianya masih muda. Yah, surga itu mahal, kadang segala yang menyenangkan di dunia menjadi tantangannya. Hmm.. pokoknya, apa-apa yang diajarkan Islam benar-benar keren, sama sekali enggak ada yang shallow, karena keseluruhannya tersusun dengan menakjubkan. Percaya... percaya....

What. Apa sih maknanya.
Bahkan kerjaan di pabrik makanan saja, yang seharusnya bila buruh pabriknya mengenakan jilbab akan lebih higienis rasanya, untuk sekelas songkok aja sudah dibuat aturan pelarangan keras. Padahal kan tidak perlu repot beli topi khusus atau bawa ikat kepala misalnya.
Atau kenapa sang Putri yang ikut Miss Universe, dengan session swimsuit yang difrontalkan sedemikian rupa, padahal tayangan film dan televisi di Indonesia sering sekali menayangkan pameran senirupa serupa itu.

Yang jadi masalahnya, Indonesia dikenal sebagai negara muslim terbesar penganutnya di dunia. Kadang kita sendiri tidak sadar bahwa penganut Islam terbanyak itu adalah Indonesia.

Tentang what happen on Palestina misalnya "Kenapa tidak peduli?" Malu rasanya ketika teman dan saudara seislam saya di negeri sana bertanya seperti itu.Walau ada yang peduli, itu masih tak seberapa persen dari seluruh personil Islam di Indonesia. Suara yang seharusnya bisa menggaung seribu kali lipat lebih keras.

Mengapa di Indonesia sendiri yang notabene penganut Islamnya terbanyak (walau sekarang enggak 9:1 lagi, tapi sepertinya sudah degradasi jadi 7:3, uih...) jilbab yang notabene adalah identitas muslim masih saja di banyak tempat menjadi barang aneh. Alasan rasional dan intelek yang bagaimana yang bisa-bisanya melarangnya. Enggak ngerti. Kiranya semua hanya excuse yang dicari-cari.

Tapi btw sekarang yang berjilbab agaknya lumayan marak. Mudah-mudahan bukan trend sesaat. Seperti kata seorang dosen kami, jilbab itu identik dengan Islam, jadi kenakan dengan sebenarbenar kaidah berjilbab, karena kalau tidak, hanya akan memalukan nama baik Islam saja. Begitu? Pasalnya saya teringat dengan bagaimana risihnya teman nonmuslim saya di kampus mengadu pada saya bahwa dia melihat orang mengenakan jilbab kok seperti aksesoris kepala saja.
Dan tentang UU kita yang baru kemarin yang katanya tidak boleh mempertontonkan pusar di muka umum. Starting point yang cukup bagus. Untuk info, negara bagian Virginia di AS memberlakukan peraturan denda bagi pemakai celana melorot. Negara bagian Texas menerapkan peraturan bagi para pemandu sorak (cheer leaders) agar tidak berkostum dan bergoyang seperti penari kelas malam.
Same here, same there. We all need to change ways, or ... shame on us.

Betapa kehormatan seorang wanita itu begitu berharga (teringat dengan sebuah film vcd Palestin dimana semua wajah closeup wanitanya diblur, mungkin ada yang terkekeh dengan hal itu, tapi saya melihatnya dengan takjub, sungguh, seperti inilah mereka menjaga kaum wanitanya, benar-benar terhormat...). Bagaimana Islam menaikkan derajat kaum perempuan dan mengusung mode egaliter yang sempurna dan jelas juntrungannya, tapi jadi fenomena ketika malah kaum perempuannya sendiri yang menurunkan penghormatan berkelas itu.

Be Yourself........................
Bagi saya, jilbab bukan penghambat aktivitas, tapi layaknya sinyal yang mengingatkan kita bila kita sudah berbuat terlalu jauh. Karena... why dont u wear hijab? i tynk it’s ur identity as muslima. Pantaskah seorang muslim dengan ajaran terhormatnya berbuat begini atau begitu. Dan itu menunjukkan sejauh mana level pahamnya kita terhadap apa yang Allah bagitahu. Tidak eloklah kalo malah lebih snob dengan millah atau cara hidup orang lain, padahal kalau bukan kita yang membanggakan identitas yang melekat pada diri kita, siapa lagi, dan kenapa mesti sama. Tidak kreatif. Segala puji bagi Allah yang menganugerahkan perbedaan begitu beragam (karena kadang kadang kebosanan itu mengerikan). Warnawarni yang mengajarkan kita betapa Allah menciptakan semuanya dengan proporsional yang mengagumkan.

(Tidakkah kaulihat bahwa karunia Rabbmu tidak terhitung baik yang baru maupun yang lama. Tidak usah suntuk – sebab tidak ada sesuatu yang selalu ada, kesuntukanmu juga tidak kan abadi. Semoga Allah melihatmu setelah ini dengan pandangan yang penuh rahmat).

Sungguh jilbab atau hijab merupakan tanda kebebasan wanita. Bukan pengungkungan. Sama sekali bukan. Mereka bebas dari segala hegemoni bahwa tubuh yang langsing, atau rambut lurus dan kulit putih merupakan tren ideal setiap wanita. Siapa bilang? Allah menciptakan setiap diri sebagai pribadi yang unik dan tak terganti. Jadi apa perlunya menjadi standar. Jika Allah mengatakan bahwa setiap diri sama sekali tidak dinilai dari fisiknya. Just thanks Allaah...


Ask Yourself...................
Ask ourself why do I love the people do? Are the motives all worldly like their looks or money or is it something deeper like their piety or good deeds? Ask ourself honestly, is anything but obeying our baser desires? Are we only like cattle following our passions and the trends without knowing why, without understanding?

Yah...kadang kita jadi takut dengan penilaian orang tentang diri kita especially orang-orang yang dekat dengan kita, kita jadi jaim, pake topeng or whatever they called it the point is that you are not yourself. It's good that we can spill all of that here better than keep it to our self, don't you think so?

Actually semua tanya memiliki jawaban di dalam diri masing-masing. Semua undang undang Allah memiliki makna yang jauh dari sekedarnya. Saya yakin Allah mengatur semua bukan untuk keperluanNya, sama sekali bukan, karena sebagai Kuasa Segala, Allah tidak memerlukan semua itu. Ia hanya membagitahu cara survival yang baik, bagaimana kehidupan dan hubungan sesama manusia bisa harmonis, dllsb. Karena sudah fitrahnya, semua manusia mencari apa yang disebut citarasa kebahagiaan (but truly happiness is out there)

Ok, can you see the vision?
(dat's to me, water...)

SMS2Day:
Amal-amalku hanya bisa kulakukan sendiri, jadi aku sangat sibuk.
Dan aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang, jadi aku tenang.
(Hasan Al Basri)

Posted by me Sunday, June 05, 2005

0 Comments:

Okay,Alhamdulillah42day...
	  Lurfe U Allah! =)

 

 

© 2Oo4-2oO7 airinyh inc.