Ketika setiap jiwa akan ditanyakan apa-apa yang telah dikerjakannya...
b i s m i l l a h i r r a h m a n i r r a h i m
Assalamualaikum.... 
|| Logchalk: Airin. 30 juni 1984. komunikasi usu. 
bandaaceh-medan. indonesia.
islam. lyfenote diary. memoarea
status: semi-hiatus
mood: netral
reading: new ESQ way 165
listening: so simple
watching: curious george
 
 
.::taggie::.
 
nama
web url
message
:) :( :D :p :(( :)) :x
 
  .::HitCoHit Counter
 

.::clickie::.


...::::||::::...

Simple is nice.
So keep everything simple.


WEB MEMOAREA

Dae by dae,
lot diamonds and chalks
now in their own way
wonder why and nothin
it's zelch

Just wanna say thanks for anything
u'll be missed....


A friend is someone who sees the first tear in your eyes, holds the next one and makes sure that the third one doesn't come out.

Posted by me Sunday, October 07, 2007

Okay,Alhamdulillah42day...
	  Lurfe U Allah! =)


"Saya lebih takut pada 1 wartawan daripada 1000 prajurit."
Pernah dengar kan statement itu. Yap, terlontar dari seorang Napoleon.
IMHO, memang sih kekuatan media massa itu lebih mengerikan. Para jurnalis atau wartawan menjadi sosok yang keseringan ditakutkan, di lain pihak bisa sangat diharapkan. Selalu ada dua sisi yang berlawanan. Bisa berguna dan bisa membunuh, tergantung keperluan.

Diharapkan, ya bila ada sesuatu yang ingin dibanggain, seperti perlu publikasi even atau untuk jadi populer. So kedatangan wartawan, diwawancarai, ditanya-tanyai sudah tentu jadi pertemuan eksklusif apalagi yang sambil bawa temennya yang punya kamera (baca: wartawan tipi).

Tapi untuk beberapa kalangan dan personal tertentu, wartawan bisa jadi seperti salah satu momok yang mesti dihindari (memangnya ada momok yang mesti dideketi? :p). Lebih baik ga berurusanlah. Pengalamannya, kalau pas dengar: "Pak, saya wartawan dari media blablabla..." langsung deh panik. Bahkan saat melihat alat record disodorkan dekat-dekat, jadi sensi dan tempat duduk serasa banyak pakunya, berharap pengen mbanting tu recorder, ngusir tu kuli tinta, dan pengen ngilang ja rasanya. Apalagi bagi yang emang ada 'nyembunyiin' sesuatu, ya pasti sangat tidak nyaman sekali. Biasanya sih di kalangan birokrat yang bereputasi atau tokoh yang cukup dikenal. Was-was didatangin wartawan, adalah hal lumrah, untung-untung aja wartawannya cuma mo nanyain tips sukses berkarir.

Masalahnya kalau merasa selama ini fine-fine aja, bisa juga merasa kayak gitu, kenapa ya, soalnya mesti waspada juga, ni wartawan ngerti ga maksudnya, atau dia ngoreknya ke arah mana nih, soalnya sering tulisan yang terpublikasi jadi terkesan aneh dan beda dari yang diharapkan. Nah kalo gini sih masalahnya terletak pada alasan klasik the human error, jadi kasihan kan responden atau narasumbernya. Kemampuan personal si wartawan yang notabene "juga manusia", jadi alasan. Salah nangkep maksud, salah denger, salah nyatat, salah ketik, salah cetak dan salah sebagainya. Makanya wartawan yang profesional mesti mengindahkan kode etik dan kemampuan komunikasi lisan tulisan mesti baik.

Teorinya sih, pekerjaan wartawan itu sebenarnya mulia sekali, penyampai amanah, penebar berita, dan pencari fakta idealisnya, namun di alam nyata...

Yang iyanya: Seperti kata siapa ya, kira-kira gini, "Kalau saya sih lebih takut sama prajurit, soalnya 1000 wartawan bisa diatasi dengan 1000 amplop,"
What a cruel world.
Hehe. Yah, walau nyata, namun itu bukan sebuah pukulan rata. Wartawan atau media adalah elemen penting dalam sebuah masyarakat. Bagaimanapun elemen ini sudah menjadi bagian dari hari-hari semua orang. Diperlukan, dipercaya, namun juga harus dikritisi.

Masalah ketakutan yang saya bicarakan di atas, juga bisa berlaku di blog loh. Soalnya kalau lagi blank ide (atau kebanyakan ide?), pastean chat juga bisa jadi bahan empuk sebuah postingan yang terbuka untuk umum. So jaga-jaga hubungan komunikasi yang baik dengan blogger juga mesti. Hie..


Last, kartun ini bener-bener 'lucu'........


Blogging Blackmail



Comotan dari IllustrationFriday.com dengan topik: Trouble. Susah untuk mengatakan siapa yang lebih dimaksud kena 'masalah' di sini, si anak atau bapaknya? Tapi kayaknya bapaknya lebih perlu dikasihani........ ahah........stt.


Posted by me Wednesday, January 24, 2007

Okay,Alhamdulillah42day...
	  Lurfe U Allah! =)


Saya suka sekali melihat kupu-kupu. Tapi...kayaknya semua orang suka lah ya. Siapa sih yang engga suka melihat makhluk mungil bersayap indah ini terbang lincah ke sana kemari. Subhanallah...
Tapi kalau bicara tentang ulat, ugh bukan main, membayangkan saja terasa agak menggelikan. Kadang kesal juga bila melihat tanaman cape-cape ditanam, eh malah digerogoti ulat. Padahal kan kupu-kupu yang cantik itu berasal dari ulat. Kok bisa demikian ya?

Sekarang kalau melihat dari kacamata sang ulat sendiri, ahah, semua ada alasan kan.
Sebenarnya sang ulat adalah karakter pekerja keras dan punya etos kerja yang tinggi yang pantas dicontoh. Tuh!

Dibalik tuduhan kerakusan sang ulat, yang mampu menggerogoti tanaman dalam waktu sebentar saja. Sebenarnya beliau tidak membiarkan waktu terbuang sia-sia.
Makan, makan, dan terus makan.
Ia harus berpacu dengan waktu yang diberikan padanya untuk saat yang mendebarkan. Apa? Ya saat persiapan menjadi kepompong.
Saat berhenti makan dan harus berpuasa dengan ketat.


Waktu yang tersedia adalah waktu yang sangat berharga bagi ulat untuk menggemukkan badan sebagai persiapan menuju sebuah keadaan dimana diperlukan energi yang besar yaitu masa kepompong.
Seakan dikejar-kejar oleh deadline sehingga sang ulat tak pernah berpikir untuk beristirahat sejenakpun.
Sang ulat berpikir jauh ke depan, tujuannya jelas, sehingga ketika saat sebuah kemestian hidupnya untuk bertransformasi datang, ia telah mempersiapkan dengan baik. Masa kepompong diibaratkan masa yang kritis dan sulit. Layaknya kehidupan manusia yang tidak pernah lepas dari adanya pergantian kesenangan dan kesedihan. Ulat telah memperhitungkan kesiapan dirinya untuk bertahan di masa-masa yang tidak selamanya cerah. Demi sebuah masa metamorfosis dari seekor ulat yang menjijikkan menjadi sebentuk yang sama sekali berbeda, kupu-kupu cantik yang mengagumkan. Benar-benar menakjubkan.



Reminder buat saya yang sering kepentok deadline karena sering menunda pekerjaan dan kelabakan mengerjakan di akhir waktu. *kelakuan..* :(


Posted by me Wednesday, January 17, 2007

Okay,Alhamdulillah42day...
	  Lurfe U Allah! =)


Your Blog Should Be Blue

Your blog is a peaceful, calming force in the blogosphere.
You tend to avoid conflict - you're more likely to share than rant.
From your social causes to cute pet photos, your life is a (mostly) open book.
Cakep :p Kayaknya pas skali ni resultnya. Maksudnya Blue. Ntar kalo hasilnya lain, enggaklah bela2in ganti tema warna di blog ini karnanya. :D
Tapi maksud 'open book' tu paan ya, kayak ujian aja?
Kalau dituduh ekstrovert atau narsis skali blog ini, kayaknya jauh?, soalnya yang di post di sini kan dah di filter yang kira2 'aman' aja buat di share, engga terlalu personal-lah...

Posted by me

Okay,Alhamdulillah42day...
	  Lurfe U Allah! =)

 

 

© 2Oo4-2oO7 airinyh inc.